Gaya HidupKuliner

Konsumsi Kopi Berlebih, Waspadalah

Padatnya aktivitas mendorong masyarakat urban mencari nuansa baru saat menjalani rutinitas. Coffee shop atau kafe menjadi tempat favorit. Tidak hanya sebagai tempat bersantai dan berkumpul sahabat atau kerabat, tetapi perannya juga bergeser menjadi ruang professional untuk temu kolega kerja dan rapat bisnis karena tersedianya koneksi wifi. Sajian yang ditawarkan pun dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Coffee shop atau kafe menjadi tempat favorit

Kopi menjadi hidangan favorit yang paling banyak dipesan. Ini terlihat dari data pertumbuhan peminum kopi di Indonesia yang meningkat 8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan kopi secara global yang hanya 6 persen. Senada itu, temuan Euromonitor juga mendapati kedai kopi di Tanah Air bertumbuh cepat sejak 5  tahun terakhir. Saat ini, sekitar 1.083 kedai kopi ada di Indonesia dan sebagian besar berlokasi di Jakarta.

Pemerhati Kuliner & Gaya Hidup, Kevindra Soemantri, mengatakan, bagi sebagaian kaum urban ibukota, menyeruput kopi mampu meningkatkan mood mereka. Jika ditelaah lebih jauh, gaya hidup menjadi pendorong utama. Mereka rela mengeluarkan uang lebih dengan memesan secangkir kopi daripada air putih. “Bahkan tidak sedikit dari mereka memesan kopi hanya demi eksistensi di sosial media, mengikuti trend dan terpengaruh oleh kerabat,” ungkap dia dalam keterangan pers.

Founder dan CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, menambahkan gaya hidup bisa memengaruhi konsumsi kopi masyarakat urban, padahal kelebihan meminum kopi dapat menimbulkan masalah kesehatan termasuk kegagalan fungsi organ tubuh. Memahami kondisi yang ada, Halodoc sebagai penyedia layanan kesehatan berbasis online merasa perlu mengedukasi masyarakat ibukota, akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“salah satu cara yang kami anjurkan adalah mengingatkan akan takaran dosis kafein harian agar tidak berlebih,” papar Jonathan.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Hermina Grandwisata dan dosen di Fakulas Kedokteran Universitas Islam Negeri Jakarta, dr Annisa Maloveny SpPD, mengatakan, konsumsi kafein pada orang dewasa adalah 300-400mg sehari atau setara dengan 3-4 cangkir per-hari. Jika berlebih, maka beberapa efek negatif akan muncul. Antara lain insomnia, obesitas, inkontinensia urine buang air kecil yang terus menerus, meningkatnya tekanan darah, masalah haid, dan resiko asam urat.

 

Bahkan kelebihan kafein dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan sejumlah permasalahan kesehatan yang lebih serius, seperti masalah lambung, terganggunya sistem kardiovaskular, kerusakan tulang, daya ingat terganggu, menurunnya kinerja mental, memicu produksi hormon cortisol dan yang paling parahnya bisa memengaruhi kesuburan wanita atau bahkan keguguran.

“Sah-sah saja menjalankan gaya hidup sesuai kebutuhan, tapi perlu diingat bahwa jika merasakan gangguan yang berlanjut, segera konsultasikan pada dokter Anda,” tutup dr Annisa.