Internasional

Usai Berdakwah Ulama Saudi Ditembak Mati di Guinea

Seorang ulama Muslim asal Arab Saudi ditembak mati orang |tidak dikenal di Guinea timur sesudah melakukan dakwah. Keesokan harinya, seorang pemburu lokal dibunuh yang diduga sebagai balas dendam atas kematian ulama itu.

Ilustrasi penembakan

Polisi dan pengacara setempat pada hari Jumat menyebut, ulama bernama Sheikh Abdul Muhsin Al-Tuwaijri itu ditembak mati pada Selasa malam di Desa Kantedou Balandou. Laporan lain mengatakan, korban dibunuh selesai salat.

Pada hari Rabu, seorang pemburu lokal tewas ditikam pemuda setempat. Menurut pihak berwenang, pembunuhan tersebut sebagai balas dendam atas kematian Al-Tuwaijiri.

Belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas kematian ulama Saudi tersebut. Tetapi, media setempat menyoroti ambisi Saudi untuk menyebarkan Islam Salafis konservatif di area pedesaan Afrika Barat dengan |uang jutaan dollar AS. Praktik tersebut mendapat perlawanan dari komunitas agama setempat yang mempraktikkan sufi.

”Saya dapat memastikan bahwa seorang pengkhotbah Saudi ditembak mati pada hari Selasa,” kata juru bicara polisi setempat Boubacar Kasse, seperti dikutip Reuters.

Sesudah berdakwah, informasi awal memberitahu kami bahwa korban diambil sehari setelah kejadian ini, seorang pemuda setempat menikam kepala pemburu tradisional,” ujarnya.

Pihak berwenang menolak untuk melepaskan identitas korban. Sementara itu, Kedutaan Arab Saudi di Conakry menolak berkomentar.

Guinea sebagian besar penduduknya beragama Islam, tetapi banyak di daerah pedesaan sudah mempraktikkan agama tradisional selama berabad-abad. Di tempat itu pendakwah Islam asing kerap dianggap sebagai musuh.

Menurut polisi, ulama mati Saudi yang ditembak mati itu merupakan bagian dari lima  kelompok pendakwah, termasuk tiga  masyarakat Guinea dan satu  masyarakat Saudi yang lain.