Internasional

Rencana AS Bentuk Pasukan di Suriah Dikecam Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan pihaknya mengecam keras wacana Amerika Serikat (AS) untuk membentuk pasukan di Suriah. AS berencana membentuk pasukan keamanan baru beranggotakan 30 ribu pasukan baru, yang akan ditempatkan di perbatasan Suriah, yang turut melibatkan pasukan Kurdi Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan pihaknya mengecam keras wacana Amerika Serikat (AS) untuk membentuk pasukan di Suriah.

Lavrov menyatakan, integritas teritorial Suriah bisa dibahayakan pembentukan pasukan ini. Selain itu, hal ini juga dinilai dapat merusak hubungan AS dan Turki, serta Kurdi dan Turki.

“Projek sepihak yang tampak seperti ultimatum yang dibuat oleh AS, yang bertujuan untuk mendirikan sebuah tentara di Suriah, mampu menimbulkan masalah dalam hubungan antara Turki dan Kurdi,” bilang Lavrov, seperti dirilis Anadolu Agency pada Senin (15/1).

Dia juga mengatakan, langkah AS akan mengarah pada pembentukan wilayah terisolasi yang besar di perbatasan Suriah dengan Turki dan Irak. “Masalah serius ini membawa pada hasil yang mengkhawatirkan mengenai langkah-langkah yang harus diambil untuk wilayah-wilayah ini di Suriah,” ucapnya.

Sebelumnya, kecaman keras atas rencana pembentukan pasukan tersebut sudah dikeluarkan kementerian Luar Negeri Suriah. Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan, apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) tersebut merupakan sebuah agresi terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah.

“Ini adalahi agresi terang-terangan mengenai kedaulatan dan integritas teritorial Suriah dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Suriah.