Internasional

Tersandung Kasus Korupsi, Netanyahu Diperiksa Polisi Israel

Polisi Israel dilaporkan telah menanyai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya dalam kasus korupsi yang melibatkan perusahaan telekomunikasi terbesar di negara itu, Bezeq Israel Telecom.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Seiring dengan dua kasus korupsi lainnya, di mana Netanyahu dicurigai menerima suap, penyelidikan tersebut adalah ancaman serius bagi kelangsungan hidup perdana menteri empat tingkat.

Kasus pertama, adalah Kasus 1000, Netanyahu dicurigai mendapatkan suap berupa hadiah, yang menurut polisi bernilai hampir USD 300 ribu, yang dia dapatkan dari pebisnis kaya.

Kasus lainnya, Kasus 2000, Netanyahu dituding meneriman tawaran adanya liputan positif dari salah satu media Israel, dengan balasan pembatasan peredaran media-media saingan media tersebut.

Dalam penyelidikan terbaru, polisi menuduh bahwa pemilik Bezeq Israel Telecom memberikan liputan yang menguntungkan bagi Netanyahu dan istrinya di sebuah situs berita yang mereka kontrol sebagai pengganti bantuan dari regulator komunikasi.

Shaul Elovitch, pemegang saham pengendali Bezeq Telecom, sekarang berada dalam tahanan polisi, bersama dengan mantan juru bicara Netanyahu. Mereka menyangkal adanya kesalahan.

Merupakan tangan kanan Netanyahu, Shlomo Filber dan mantan Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi Israel, juga sudah ditangkap sehubungan dengan kasus tersebut, dan sudah setuju untuk menjadi saksi negara.

Netanyahu, menyebut tuduhan tersebut sebagai “perburuan penyihir”. Dia mengatakan akan mencari masa jabatan kelima dalam pemilihan nasional pada akhir 2019.

Polisi merekomendasikan pada bulan Februari bahwa Netanyahu didakwa dalam dua penyelidikan korupsi lainnya. Jaksa Agung Israel harus menentukan apakah akan menerima rekomendasi polisi untuk mendakwa Netanyahu atau tidak. Keputusan akhir untuk kedua kasus tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan.