Kesehatan

Kenali 3 Perbedaan Mendasar Antara Kista dan Miom

Ada dua jenis gangguan yang sering menyerang sistem reproduksi perempuan adalah kista dan miom. Keduanya diakibatkan oleh hormon estrogen, yang kerap kali menyerang perempuan dalam masa produktif atau sekitar usia 25 sampai 45 tahun.

Kenali perbedaan kista dan miom

Sementara itu, masih banyak perempuan yang tidak memahami apa sih perbedaan antara kista dan miom? Keduanya memang sama-sama menyerang organ reproduksi kita, tetapi tentu saja keluhan, gejala, dan bentuk kista dengan miom itu berbeda.

Yuk, kita simak perbedaan kista dan miom berikut ini.

  1. Lokasi Gumpalan

Perbedaan pertama ada pada lokasinya. Kista terletak di indung telur, bisa di bagian kiri, kanan, atau keduanya. Sedangkan miom berada di rahim, tepat di tengah alat kelamin perempuan atau uterus.

Sedangkan Miom bisa terletak di permukaan rahim, tengah rahim, atau di dalam rahim.

2. Bentuk Keluhan

Perbedaan berikutnya ada pada bentuk keluhannya. Kista adalah tumor yang berisi cairan.

Ada beberapa jenis kista, misalnya endometriosis yang isinya cairan kecokelatan, kista dermoid yang terdiri dari jaringan tubuh, ada juga kista simplex yang isinya hanya berupa cairan bening. Kista juga selalu berisi cairan, sehingga ketika dioperasi bisa langsung diangkat atau juga disedot dulu cairannya biar sisanya diambil.

Sementara itu, pada miom terdapat serabut otot yang pada dan berbentuk bulat. Gumpalan menyerupai batu ini tidak mempunyai pangkal atau inti, melainkan hanya serabut otot yang permukaannya bisa dikupas.

3. Keluhan yang Dirasakan

Kemudian, pada perbedaan selanjutnya adalah keluhan yang kita rasakan. Kista dapat dideteksi dari rasa nyeri saat siklus menstruasi hari pertama atau kedua, serta rasa nyeri yang muncul saat berhubungan seksual. Bahkan, ada juga yang merasakan rasa nyeri karena kista di luar siklus haid.

Sementara itu, keluhan miom yang paling dominan terlihat pada siklus haid.

Misalnya, siklus haid yang tak teratur, jumlah hari haid yang lebih panjang, atau jumlah darah haid yang lebih banyak daripada biasanya.

Nah, kenali perbedaannya di atas ya. Apabila merasakan ada gejala tak wajar, segeralah konsultasikan pada dokter.