Bisnis

Spotify Akhirnya terdaftar di Bursa New York

Spotify akhirnya mempublish berita rencana Initial Public Offering (IPO) pada 3 April. Layanan streaming musik Swedia ini akan mulai menawarkan saham pertamanya di Bursa Efek New York.

CEO Spotify Daniel Ek menegaskan rencana itu sempat terhalang karena inagurasi perusahaan dengan investor.

Selain rencana untuk Initial Public Offering (IPO) , Spotify juga mencari investor tambahan yang diperkirakan akan berdatangan pada 26 Maret nanti.

Reuters mencatat Spotify mengumumkan bahwa tidak akan ada periode penguncian dalam rencana IPO. Dengan demikian, karyawan memiliki peluang untuk segera menjual sahamnya. Metode ini dapat mencegah harga saham melorot di periode awal penjualan.

Sejauh ini tidak dapat diprediksi berapa harga jual saham Spotify ketika dijual perdana pada 3 April. Selama tahun 2018 harga saham yang dijual sudah mencapai US $ 90 dan US $ 132,50, membuat kapitalisasi perusahaan menyentuh US $ 23,4 miliar.

Saat ini Spotify adalah penguasa pasar layanan streaming dengan pangsa pasar 42 persen dan 71 juta pengguna premium. Layanan streaming musik Swedia saat ini memiliki 159 juta pengguna aktif per bulan.

Layanan tersedia di 61 negara. Mengikuti Spotify, ada Apple Music dengan 36 juta pengguna berbayar. Dilaporkan bahwa Spotify mendulang 4,09 miliar euro pendapatan tahun lalu dan kerugian 1,2 miliar euro