Internasional

Satu Orang Tewas Saat Mesin Southwest Airlines Meledak Di Udara

Pesawat Southwest Airlines, di Dallas, Philadelphia, Amerika Serikat (AS) mengalami insiden horor pada Selasa waktu setempat. Mesin pesawat tiba-tiba meledak saat pesawat sedang mengudara yang membuat jendela pecah sehingga seorang penumpang tersedot keluar.

Satu orang tewas dalam insiden mengerikan ini. Kematian satu orang itu sudah dikonfirmasi pihak maskapai.

Menurut saksi mata, mesin pesawat tiba-tiba meledak dan masker oksigen berjatuhan. Seorang penumpang perempuan tersedot keluar melalui jendela yang pecah, tetapi ditarik lagi oleh para penumpang di dalam kabin.

“Seluruh keluarga Southwest Airlines hancur (perasaannya) dan memperluas simpati terdalam dan tulus kepada pelanggan, karyawan, anggota keluarga dan orang-orang terkasih yang terpengaruh oleh peristiwa tragis ini,” kata perusahaan penerbangan tersebut.

CEO Southwest Airlines Gary Kelly mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa keluarga korban menjadi perhatian utama pihak maskapai.

“Semua orang menjadi gila, dan berteriak dan menjerit,” kata seorang penumpang, Marty Martinez, tentang penerbangan yang meninggalkan New York. Insiden ini membuat pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Philadelphia.

“Ketika pesawat sedang turun, saya benar-benar menyalakan internet hanya agar saya bisa mendapatkan semacam komunikasi ke dunia luar,” katanya, seperti dikutip CNN, Rabu (18/4/2018).

Satu Orang Tewas Saat Mesin Southwest Airlines Meledak Di Udara

Pesawat itu dinyatakan mengalami kerusakan pada salah satu mesin. Menurut Kristopher Johnson, penumpang yang duduk di dekat bagian depan penerbangan 1380, serpihan dari mesin terbang ke jendela, memecahkannya dan melukai seorang wanita yang duduk di dekatnya.

“Pecahan puing menghantam jendela menyebabkan cedera serius. Tidak ada rincian lain tentang itu. Beberapa personel medis ada di penerbangan, cenderung penumpang yang terluka,” ujar Johnson.

Administrasi Penerbangan Federal dalam sebuah pernyataan mengatakan, para awak melaporkan kerusakan pada salah satu mesin pesawat dan jendela.

Menurut Johnson, pesawat turun dengan cepat, namun pilot mendapatkan kembali kendali pesawat dan menginformasikan penumpang bahwa pesawat menuju ke Philadelphia untuk pendaratan darurat. “Para kru melakukan pekerjaan hebat,” katanya.

Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 memperkirakan ketinggian pesawat Boeing 737-700 turun dari 31.684 kaki menjadi sekitar 10.000 kaki dalam waktu kurang dari lima menit.