Kesehatan

Ternyata Kelebihan Tiroid Dapat Sebabkan Gangguan Jiwa

Gangguan tiroid, entah itu hipotiroid maupun hipertiroid merupakan jenis penyakit serius dan perlu dilakukan penanganan yang tepat. Biasanya, orang dengan gangguan tiroid akan mengalami beberapa kondisi seperti jantung berdebar, tangan berkeringat, gugup, lemas, hingga sulit tidur.

Dilihat dari gejalanya saja, rasanya penyakit ini mirip dengan orang depresi. Jika seseorang mengalami depresi kronis tanpa dilakukan intervensi, maka akan meningkatkan risiko bunuh diri. Begitu juga dengan gangguan tiroid, jika tidak ditangani secara tepat maka akan meningkatkan risiko penderitanya mengalami gangguan jiwa. Kenapa bisa begitu ya?

Apa yang dimaksud dengan gangguan tiroid?

Sebenarnya, tiroid itu apa dan mengapa dapat mengancam kesehatan jiwa penderitanya? Jika diingat lagi, cukup banyak jenis gangguan jiwa seperti gangguan bipolar, depresi, sampai gangguan kecemasan. Semua penyakit tersebut dapat berdampak pada perubahan perilaku penderitanya yang merugikan dirinya maupun orang di sekitarnya. Kondisi serupa juga dapat menimpa seorang konsumen narkoba, di mana mereka sering mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim. Kira-kira seperti itulah kondisi orang dengan gangguan jiwa.

Lalu, bagaimana hubungannya dengan gangguan tiroid? Tiroid merupakan sejenis kelenjar yang letaknya di atas jakun. Tiroid ini bekerja untuk menghasilkan hormon yang fungsinya adalah mengatur suhu tubuh, membantu metabolisme, sampai mengatur detak jantung. Tetapi masalahnya, kita tidak dapat mengatur produksi hormon dari kelenjar ini, sehingga terkadang hormon yang dihasilkan tidak menentu jumlahnya. Bahkan, setiap orang memproduksi hormon tiroid dengan jumlah yang berbeda-beda, tergantung dari sistem metabolismenya. Jadi, apabila jumlah hormon tiroidmu terlalu lemah atau sedikit dinamakan sebagai kondisi hipotiroid, sedangkan jika jumlahnya berlebihan maka dinamakan sebagai kondisi hipertiroid.

Kemudian, setelah mengetahui perbedaan kedua jenis gangguan tiroid, ketahui juga apa yang menyebabkan terjadinya gangguan tiroid berikut ini.

Pemicu gangguan tiroid

Dilansir dari webmd.com gangguan tiroid sebenarnya hanya disebabkan oleh produksi hormon. Tetapi, ada beberapa kondisi yang memicu gangguan produksi tiroid, di antaranya:

  • Penyakit graves, disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebih.

  • Adenoma yang berkembang di kelenjar tiroid baru kemudian menghasilkan hormon tiroid.

  • Tiroiditis, merupakan peradangan kelenjar tiroid yang memaksa produksi hormon tiroid secara berlebih.

  • Pertumbuhan kanker di kelenjar tiroid merupakan sumber dari terjadinya hipertiroid.

  • Tiroiditis Hashimoto, merupakan penyakit langka yang menyerang tubuh seorang supermodel, Gigi Hadid. Penyakit ini adalah gangguan autoimun yang menyerang jaringan tiroid hingga mati dan tidak dapat memproduksi hormon kembali.

  • Operasi pengangkatan tiroid, ternyata dapat menyebabkan kondisi hipotiroid.

  • Faktor genetik, baik itu hipertiroid maupun hipotiroid ternyata dapat ditularkan melalui gen

  • Kehamilan, memiliki konsep serupa dengan faktor genetik yaitu ketika sang Ibu menderita gangguan tiroid, maka akan secara langsung menginfeksi janin

  • Stres, berdampak negatif pada produksi hormon. Inilah sebabnya seseorang yang stres seringkali timbul jerawat.

  • Kekurangan nutrisi, merupakan penyebab umum untuk segala macam penyakit. Intinya, jika tubuh telah ternutrisi dengan baik, maka dengan alami seharusnya dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis kuman penyebab penyakit.

Hubungan gangguan tiroid dengan gangguan jiwa

Bersumber dari btf-thyroid.org, penderita gangguan tiroid secara tidak langsung pasti akan mengalami masalah emosional. Mereka akan merasa lebih emosional atau mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim. Terkadang bisa sedih, lalu beberapa waktu kemudian bahagia, mirip seperti perilaku penderita gangguan bipolar. Beberapa masalah emosional yang mungkin akan dirasakan adalah;

  • Kecemasan yang ditandai dengan gugup, jantung berdebar, gemetar, mudah marah, hingga sulit tidur.

  • Stres hingga depresi, menyebabkan seseorang merasa rendah diri, tidak bersemangat, dan kehilangan nafsu makan yang signifikan.

  • Perubahan suasana hati yang ekstrim, jadi terkadang seseorang merasa sedih lalu senang kembali beberapa saat kemudian.

  • Sulit fokus

  • Masalah pada memori jangka pendek

Hormon memang mempunyai peran penting dalam mengatur suasana hati seseorang. Apabila jumlah hormonnya berlebihan atau tidak normal, maka bukan tidak mungkin akan berdampak pada suasana hati. Contohnya, seseorang yang hipertiroid cenderung mengalami kenaikan berat badan secara signifikan. Kemudian, ia pun berupaya menurunkan berat badannya seperti semula.

Tetapi dalam prosesnya, ia akan mengalami rendah diri dan tidak percaya diri yang berujung pada depresi dengan perubahan bentuk tubuhnya saat ini. Untuk itu, cara terbaik untuk mengobati hormon abnormal sebenarnya adalah dengan terapi. Selain itu penderitanya hendaknya melakukan pengendalian diri, misalnya dengan menjauhi makanan tertentu yang dapat meningkatkan jumlah hormon.

Selain itu, dapat pula melakukan pencegahan seperti yang telah dianjurkan oleh Yayasan Thyroid Inggris berikut ini:

  • Konsultasikan segala gejala yang berhubungan dengan masalah kejiwaan kepada dokter atau ahli kesehatan jiwa. Sebaiknya sebelum Kamu mendiagnosis apakah menderita gangguan tiroid atau tidak, periksakan diri dulu ke dokter. Setelah itu, biasanya dokter akan memberikan beberapa obat terkait diagnosis.

  • Seringlah bercerita kepada teman atau orang yang Kamu percaya jika sedang mengalami masa yang sulit. Jangan biarkan pikiranmu terbebani dengan masalah yang dapat dipecahkan dengan sederhana. Terlebih jangan biarkan dirimu depresi karena menahan emosi.

  • Berbagi dengan orang yang memiliki masalah serupa, misalnya dengan sesama penderita gangguan tiroid dan yang memiliki masalah gangguan jiwa.

Cara termudah untuk mencegah gangguan tiroid maupun gangguan kejiwaan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Kamu dapat memulainya dengan melakukan detoks makanan berlemak, karena jenis makanan ini merupakan yang paling berbahaya pada hormon. Setelah itu, mulai biasakan konsumsi buah dan sayuran segar setiap hari. Dan, terakhir adalah menyempurnakannya dengan rutin berolahraga. Terlebih jika aktivitas Kamu sangat pasif, karena hanya duduk sepanjang hari sembari menatap layar komputer.