Kesehatan

Kenapa Saya Gampang Sariawan Saat Puasa?

Apakah saat puasa anda sering mengalami sariawan ? Tenang, Anda tidak sendirian. Sariawan tentu membuat Anda jadi tak enak makan dan minum saat sahur atau berbuka puasa. Bahkan, untuk sekadar berkumur saja rasanya perih tak tertahankan. Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa seseorang bisa mudah terkena sariawan saat puasa? Bagaimana cara mengatasinya? Semua jawabannya bisa Anda temukan pada ulasan berikut ini.

Kenapa saya gampang terkena sariawan saat puasa?

Sariawan adalah masalah mulut yang ditandai dengan munculnya luka di dinding-dinding mulut. Orang yang mengalami sariawan biasanya mengalami rasa nyeri yang membuatnya sulit makan, minum, atau bahkan hanya sekadar bicara. Sariawan bisa muncul hanya satu atau beberapa buah sekaligus, baik di dalam mulut atau pipi, gusi, bawah lidah, atau langit-langit mulut.

Tidak hanya pada saat puasa, sariawan dapat terjadi kapan saja karena alasan tertentu. Biasanya, sariawan disebabkan karena kesehatan mulut yang buruk, sensitif dengan makanan asam atau pedas, faktor hormonal karena menstruasi atau hamil, stres, kurang tidur, dan sebagainya.

Tetapi, sariawan paling banyak terjadi karena kekurangan vitamin B atau C, zat besi, dan nutrisi lainnya. Terlebih saat puasa, tubuh kekurangan asupan nutrisi yang tidak sebebas hari-hari biasanya. Ya, Anda hanya bisa makan makanan sehat dan bergizi seimbang hanya pada saat sahur dan berbuka puasa saja.

Ketika puasa, perut akan kosong selama kurang lebih 13 jam. Kondisi inilah yang kemudian membuat asam lambung cenderung naik. Efek asam dari lambung tersebut akan terbawa ke mulut dan membuat bakteri di mulut berkembang lebih cepat dan meradang.

Kondisi mulut yang kosong tanpa makanan saat puasa akan memudahkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak hingga menyebabkan peradangan. Hal ini tentu akan diperparah dengan naiknya asam lambung dan kurangnya asupan vitamin C yang berfungsi untuk melawan peradangan. Itulah mengapa seseorang menjadi lebih mudah terkena sariawan saat puasa.

Kenapa Saya Gampang Sariawan Saat Puasa?

Tips lancar berpuasa tanpa sariawan yang mengganggu

Memiliki sariawan bukan berarti Anda tak bisa berpuasa, lho! Kunci utama agar Anda tetap bisa lancar berpuasa meski sedang sariawan adalah dengan memperhatikan jenis makanan yang baik dan harus dihindari saat sahur dan berbuka puasa. Nah, berikut ini adalah panduan yang bisa Anda ikuti untuk mengatasi sariawan saat puasa.

Makanan yang baik dikonsumsi

Anda yang terkena sariawan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar asam yang rendah. Contohnya oatmeal, roti, sereal, dan kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang polong.

Buah dan sayuran memang baik untuk dikonsumsi selama berpuasa. Akan tetapi, beberapa buah mengandung asam yang bisa memperburuk sariawan. Pilihlah buah-buahan seperti melon, pisang, dan kelapa yang baik dan aman untuk sariawan.

Air putih tentu menjadi minuman terbaik untuk meredakan sariawan. Tetapi, bila Anda penggemar susu, kopi, maupun teh, Anda tetap boleh mengonsumsinya walau sedang sariawan.

Makanan yang harus dihindari

Jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita sariawan tentunya adalah makanan yang asam dan pedas. Makanan kaleng dan makanan olahan merupakan jenis makanan yang sengaja diasamkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Maka itu, dua jenis makanan tersebut wajib dihindari oleh Anda.

Hindari juga buah-buahan yang tinggi asam, seperti jeruk limau, lemon, ceri, delima, dan nanas. Minuman energi dan bersoda juga termasuk minuman asam yang tidak baik untuk sariawan Anda.

Selain dari makanan, proses penyembuhan sariawan dapat dipercepat dengan memperbaiki pola hidup Anda sehari-hari. Yuk, ikuti pola hidup sehat berikut ini.

  • Usahakan untuk selalu menyikat gigi minimal tiga kali sehariyaitu saat setelah sahur, setelah berbuka puasa, dan sebelum tidur. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi penumpukan plak di gigi pada saat puasa.
  • Perbanyak minum air putih. Ini bermanfaat untuk membilas bakteri penyebab sariawan yang bersarang di mulut.
  • Perbanyak makan makanan yang mengandung serat dan vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, tomat, dan sebagainya. Vitamin C berfungsi untuk membantu memelihara daya tahan tubuh sehingga Anda terhindar dari risiko sariawan saat puasa.
  • Hindari makanan yang terlalu pedas, panas, atau dingin. Makanan pedas, panas, maupun dingin dapat menyebabkan panas dalam dan sariawan saat puasa.
  • Istirahat yang cukup. Dilansir dari Healthline, kurang tidur dapat memicu timbulnya sariawan. Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup selama berpuasa.