BisnisEkonomi

BPS Gandeng BPPT Perbaiki Data Produksi Beras Nasional

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, saat ini BPS tengah melakukan perbaikan pendataan produksi beras di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan BPS guna memperbaiki data produksi beras yang kini selalu menjadi perdebatan.

Suhariyanto menjelaskan, perbaikan data tersebut dilakukan dengan menggunakan metode kerangka sampel area atau KSA. Penerapan metode tersebut bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar lebih akurat.

“Kami sedang memperbaiki itu, dan kita sudah melakukannya sejak Januari 2018. Akhir bulan (Mei) kami datangi 198 ribu titik sawah itu,” ucapnya saat ditemui di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, 24 Mei 2018.

Secara teknis Suhariyanto menjelaskan, dalam metode pendataan BPS menggunakan peta yang sudah ada, kemudian dilakukan pengambilan sampel. Setelah itu petugas datang ke sana, untuk melakukan pemotretan menggunakan ponselnya untuk mengetahui kondisi sawahnya seperti apa, apakah dia baru tanam ataukah sudah panen. “Dari situ, dikirim ke sini (BPS), dari sanalah kami memperbaiki data produksi padi kita,” ujarnya.

BPS Gandeng BPPT Perbaiki Data Produksi Beras Nasional

Terkait progresnya, Suhariyanto mengatakan, sudah selesai sampai April. Dengan metode itu, kata dia, bisa juga mengukur potensi produksi tiga bulan ke depan. Dan diharapkan rampung pada Agustus 2018.

“Jadi kami tahu kan, sekarang ini baru umur 31 berarti akan panen dua bulan ke depan. Tapi kami masih perlu data produktivitasnya, jadi kita masih perlu waktu,” ungkap Suhariyanto.

Dengan data tersebut, yang nantinya dikombinasikan dengan data stok beras yang diperoleh dari data Bulog maupun data di rumah tangga. Sehingga dapat diperoleh data padi di Indonesia, dan hal itu dapat menjadi landasan untuk memutuskan kebijakan impor beras.