Internasional

Mahathir Ingin Bangun Pulau Di Kawasan Perairan Dekat Singapura

Mahathir Mohamad, Perdana Menteri (PM) Malaysia mengaku ingin membangun sebuah pulau di kawasan perairan yang pernah jadi sengketa antara negaranya dengan Singapura. Rencana Mahathir itu dinilai dapat memicu kemarahan Singapura.

Kawasan perairan trategis tersebut sudah lama menjadi titik ketegangan antara Kuala Lumpur dan Singapura. Kedua negara pernah “bertarung” di Pengadilan Internasional pada tahun 2008.

Hasil Pengadilan Internasional kala itu memutuskan, wilayah dibagi dua. Wilayah Batuan Tengah dinyatakan milik Malaysia, sedangkan sebuah pulau di dekatnya dinyatakan sebagai wilayah Singapura.

Mahathir Ingin Bangun Pulau Di Kawasan Perairan Dekat Singapura

“Adalah niat kami untuk memperbesar Middle Rocks (Batuan Tengah) menjadi pulau kecil bagi kami,” kata Mahathir dalam konferensi pers hari Rabu.

Mahathir tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana membangun pulau di kawasan perairan di dekat wilayah Singapura tersebut.

Sementara James Chin, seorang ahli Malaysia dari University of Tasmania, mengatakan kepada AFP bahwa Singapura akan melihat langkah itu sebagai tindakan “bermusuhan”.

“Di antara elite Singapura, mereka akan melihatnya sebagai bagian dari sikap anti-Singapura Mahathir,” katanya, yang dikutip dari Kamis (31/5/2018).

Adapun rencana Mahathir itu diungkap setelah awak pekan ini bahwa dia akan menghentikan proyek kereta api cepat Kuala Lumpur-Singapura. Mahathir mengaku saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan keuangan negara.