Internasional

Siapkan Operasi Besar, Tentara Suriah Kirim Peralatan Militer Ke Perbatasan Idlib

Sumber militer Suriah mengatakan bahwa Angkatan Darat mengirim peralatan militer dan amunisi ke perbatasan provinsi Idlib. Mereka disebut tengah mempersiapkan operasi berskala besar untuk membersihkan wilayah itu dari teroris.

“Satuan militer sedang dikerahkan di utara provinsi Hama. Tahap berikutnya adalah meluncurkan serangan terhadap posisi para teroris dari Jaysh al-Izza di desa-desa Kafr Zita, al-Lataminah, Latmin, Zakat Arbaen, al-Lahaya, dan Maarkabah,” kata sumber itu.

“Tentara menerima informasi bahwa militan di utara negara itu sedang bersiap untuk meluncurkan serangan yang luas terhadap posisi tentara Suriah. Semua tindakan yang diperlukan telah diambil untuk memperkuat posisi kami, yang akan memungkinkan tentara untuk membelokkan sejumlah kemungkinan serangan,” imbuh sumber itu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/7/2018).

Sumber itu juga mengatakan bahwa tentara Suriah akan terlibat dalam serangan luas sepanjang beberapa sumbu untuk mengamankan pedesaan di provinsi Latakia di sebelah barat desa Jisr al-Shughour, sehingga mengakhiri kontrol kaum militan di daerah itu.

Siapkan Operasi Besar, Tentara Suriah Kirim Peralatan Militer Ke Perbatasan Idlib

Adapun sebagian besar provinsi Idlib saat ini diduduki oleh sejumlah kelompok militan yang berbeda. Wilayah ini sudah menjadi tempat perselisihan antara Front al Nusra dan Ahrar al-Sham. Kelompok terakhir adalah koalisi lain dari pejuang Salafis.

Selama tiga tahun terakhir, militan dari Aleppo, Ghouta Timur, provinsi Daraa dan daerah lain sudah  dievakuasi ke wilayah ini di bawah perjanjian dengan pemerintah Suriah. Dengan pembebasan daerah Suriah selatan bulan ini, provinsi Idlib sudah menjadi salah satu benteng anti-pemerintah terakhir di Suriah.

Sementara itu berbicara kepada media Rusia pada hari Kamis, Bashar Assad mengatakan bahwa Idlib adalah tujuan, namun bukan satu-satunya tujuan untuk Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya dalam operasinya untuk memulihkan kontrol atas negara.