Kesehatan

Benarkah Hujan Bisa Bikin Sakit Kepala?

Benarkah Hujan Bisa Bikin Sakit Kepala?

Sebagian orang takut kehujanan karena bisa menyebabkan sakit kepala. Apa Kamu termasuk orang yang mengalaminya? Hujan memang seharusnya tidak ada dampak terhadap sakit kepala. Tetapi rupanya ini bisa jadi bukan sugesti belaka, lho!

Dalam studi yang melibatkan 25 anak dan remaja yang kerap mengalami migrain atau sakit kepala tipe kronis, peneliti menemukan bahwa gejala sakit kepala akan meningkat ketika hujan turun atau iklim lebih lembap daripada biasanya. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Headache.

Secara keseluruhan, para peneliti mendapati bahwa selama hujan, anak-anak yang terlibat dalam penelitian 59% mengalami gejala sakit kepala. Begitupun ketika udara lebih lembap daripada normalnya, kemungkinan gejala sakit kepala timbul sekitar 58%, dibandingkan pada kelembapan normal yang hanya 22%.

Senada dengan penelitian yang dipimpin oleh Dr. Mark Connelly dari Children’s Mercy Hospitals and Clinics, Amerika, tersebut, penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Headache and Pain juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca tertentu mampu memicu migrain maupun sakit kepala.

Benarkah Hujan Bisa Bikin Sakit Kepala?
Benarkah Hujan Bisa Bikin Sakit Kepala?

Pemimpin penelitian sekaligus ahli saraf, dr. Shuu-Jiun Wang, menjabarkan jika kelompok tertentu, misalnya orang dengan kelainan genetik, memiliki saraf yang lebih peka. Alhasil, mereka lebih rentan mengalami sakit kepala jika terkena pemicunya, salah satunya perubahan cuaca.

Perubahan cuaca tentu mengubah kelembapan udara. Perubahan tubuh yang terjadi secara tiba-tiba ini akan berkontribusi pada penurunan suhu tubuh. Alhasil, kadar hormon serotonin menjadi tidak seimbang dan saraf pada otak merespons segala perubahan yang terjadi dengan cara menimbulkan gejala-gejala migrain dan sakit kepala.

Selain perubahan tekanan udara dan suhu tubuh, faktor kemungkinan lain yang membuat Kamu bisa mengalami sakit kepala saat terkena hujan ialah karena tubuh mengeluarkan energi yang lebih besar untuk menghangatkan tubuh, sistem imun sedang tidak baik, air hujan mengandung sifat asam, serta sedang mengalami kondisi tertentu, seperti baru mengalami cedera kepala atau mengonsumsi obat pereda nyerisecara berlebihan.

Menurut Dr. Mark dan kolega-koleganya, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana perubahan cuaca dapat memengaruhi gejala-gejala sakit kepala. Untuk saat ini, Kamu bisa melakukan tindakan preventif agar tidak sakit kepala saat hujan turun. Dilansir dari berbagai sumber, inilah yang perlu dilakukan:

  • Tidur cukup, sekitar 7-8 jam setiap malam.
  • Minum air putih 8 gelas per hari.
  • Rutin berolahraga.
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan makan secara teratur.
  • Hindari pemicu sakit kepala ketika cuaca sedang buruk.
  • Melakukan manajemen stres. Kamu bisa berlatih meditasi untuk meredakan stres.
  • Meningkatkan asupan magnesium, seperti mengonsumsi sayuran hijau, ikan, kacang kedelai, alpukat, dan pisang.
  • Mengenakan pakaian yang tebal, seperti sweater atau jaket, ketika keluar rumah.
  • Selalu sediakan pelindung hujan, misalnya jas hujan atau payung.
  • Segera ganti pakaian dan keramas jika terkena hujan, untuk menghilangkan senyawa-senyawa asam yang terkandung pada air hujan.
  • Mengonsumsi minuman atau makanan hangat agar suhu tubuh kembali normal.

Kita memang tidak bisa mengontrol cuaca. Tetapi, Kamu bisa menghindari sakit kepala dengan melakukan hal-hal di atas. Selain itu, Kamu bisa menyiapkan obat pereda sakit kepala di tas Kamu.

Nah, tidak ada alasan bagi Kamu untuk tidak produktif saat cuaca hujan. Yang terpenting adalah selalu menjaga kesehatan tubuh dan tahu bagaimana cara meredakan sakit kepala secara efektif.

Tinggalkan Balasan