NasionalPolitik

Terkait Pidato Prabowo, Gerindra: Jangan Ada Yang Merasa Tertuduh Dan Merasa Bersih

Terkait Pidato Prabowo, Gerindra: Jangan Ada Yang Merasa Tertuduh Dan Merasa Bersih

Pidato Capres Prabowo Subianto soal korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat ditujukan untuk semua pihak, bukan hanya pemerintah saja. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Sebab itu jangan merasa tertuduh atau bahkan paling ‘bersih’.

“Pidato beliau untuk menggambarkan. Kan beliau tak menuduh siapa-siapa, kalau saudara ikuti pidato secara keseluruhan. Jadi jangan ada yang merasa tertuduh tapi jangan ada yang merasa bersih,” kata Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Muzani merasa pidato itu bahkan juga untuk Badan Pemenangan Nasionalnya agar korupsi tidak jadi ancaman sebuah bangsa. Karena, salah satu yang menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi melambat karena ada korupsi yang parah.

“Ketika Pak Prabowo ngomong menyangkut semuanya. Buat semuanya, buat kita semua. Yang dikatakan oleh Pak Prabowo adalah bahwa ini adalah sesuatu yang sudah kronis, self corection dan itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi kita tak bisa laju dengan baik,” kata Muzani.

Terkait Pidato Prabowo, Gerindra: Jangan Ada Yang Merasa Tertuduh Dan Merasa Bersih
Terkait Pidato Prabowo, Gerindra: Jangan Ada Yang Merasa Tertuduh Dan Merasa Bersih

Muzani menjelaskan korupsi terjadi di semua sektor termasuk swasta dan banyak tempat lainnya. Apalagi korupsi terjadi sejak zaman VOC. Akibatnya, korupsi kini sudah menjadi budaya.

“VOC itu perusahaan Belanda yang diberi kewenangan penuh oleh pemerintah Netherland untuk menguasai Indonesia, tapi bangkrut tahun 1800. Kebangkrutan itu disebabkan karena korupsi tahun 1800, kemudian pemerintah Belanda mengambil alih semua aset VOC oleh pemerintah Belanda sendiri,” kata Muzani.

Prabowo sebelumnya mengatakan, Indonesia tengah mengalami darurat korupsi. Alasannya, dari pejabat negara, kalangan anggota dewan dan menteri sampai hakim tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut Prabowo, Indonesia sangat butuh orang-orang cerdas dan jujur untuk membangun negara demokrasi yang sehat. Hal ini diperlukan untuk reformasi dan pemerintahan yang bersih dan antikorupsi.

Terkait Pidato Prabowo, Gerindra: Jangan Ada Yang Merasa Tertuduh Dan Merasa Bersih
Terkait Pidato Prabowo, Gerindra: Jangan Ada Yang Merasa Tertuduh Dan Merasa Bersih

“Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat,” kata Prabowo dalam acara ‘The World in 2019 Gala Dinner’ yang diselenggarakan oleh majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa 28 November 2018.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ahmad Basarah, tidak terima dengan pernyataan tersebut. Dia lantas menyebut budaya korupsi saat ini merupakan warisan era Orde Baru, yang mana Prabowo pernah menjadi bagiannya.

Kemudian lebih lanjut, Basarah menyinggung soal Tap MPR Nomor 11 tahun 1998 yang salah satunya berisi soal penegakan hukum terhadap terduga pidana korupsi termasuk oleh mantan Presiden Soeharto. Dia pun mengatakan berdasarkan Tap MPR itu, guru dari korupsi Indonesia adalah mantan Presiden Soeharto yang juga mantan mertua Prabowo.