NasionalPolitik

Geram Dengan Aksi Perusakan Atribut Demokrat, Prabowo: Itu Sama Saja Seperti Merobek Atribut Gerindra!

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto turut geram terhadap aksi perusakan atribut Partai Demokrat (PD) di Pekanbaru, Riau. Prabowo menyebut merusak atribut Partai Demokrat (PD) sama seperti merobek atribut Gerindra.

“Kalau Demokrat disakiti, kita merasa disakiti juga. Kalau ada yang robek-robek baliho Demokrat, sama dengan robek-robek balihonya Gerindra!” ujar Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

1. Prabowo ancam pelaku perusakan dengan kekuatannya

Prabowo mengingatkan masyarakat supaya melaksanakan demokrasi secara santun. Bahkan, capres nomor urut 02 itu tidak sungkan mengancam siapapun yang berani melakukan kembali hal yang sama terhadap partai koalisi, yang merupakan kekuatan yang dimilikinya.

“Kita imbau jangan robek-robek baliho, jangan robek-robek spanduk, laksanakan demokrasi yang baik, karena hati-hati lo, kita juga punya kekuatan,” ungkap Prabowo.

“Bagaimana GMD? Kamu berani atau tidak? Bagaimana singa-singa tua? PPIR?” tanya Prabowo kepada dua organisasi sayap partainya. Pertanyaan itu dijawab dengan teriakan “siap” dan “berani” dari GMD dan PPIR.

2. SBY kecewa kunjungannya diwarnai insiden tak menyenangkan

Geram Dengan Aksi Perusakan Atribut Demokrat, Prabowo: Itu Sama Saja Seperti Merobek Atribut Gerindra!
Geram Dengan Aksi Perusakan Atribut Demokrat, Prabowo: Itu Sama Saja Seperti Merobek Atribut Gerindra!

Sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kekecewaannya, lantaran kunjungan yang dilakukan saat tahun politik ke Riau diwarnai insiden tidak menyenangkan. Dia mengharapkan supaya apapun pilihan politiknya, setiap orang harus saling menghormati perbedaan.

“Saya sempat tanyakan saudara kami di Riau apakah sudah berubah? Selama 10 tahun memimpin, saya mengenal karakter akhlak saudara kami di Riau saling menghormati dan menghargai apapun perbedaan politiknya,” kata SBY di Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018).

Sementara itu, perusakan dan penurunan baliho serta bendera tersebut diduga terjadi pada Sabtu dini hari, 15 Desember 2018. Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengklaim ada 200 baliho dan bendera  dan ribuan lainnya yang diturunkan.

Namun demikian, saat ini pihak kepolisian sudah menangkap seorang pelaku yang diduga melakukan perusakan tersebut. Ferdinand mengklaim, tim Demokrat di daerah juga sudah melakukan penelurusan di beberapa lokasi. Dia juga mengklaim menemukan bukti bahwa ada keterlibatan penguasa dalam insiden perusakan itu.