NasionalPolitik

BPN Bantah TKN Petahana Yang Sebut Kubu Prabowo Takut Debat

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, membantah komentar Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga yang menyebut kubu Prabowo-Sandi takut berdebat.

Direktur Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Imelda Sari mengatakan supaya Arya Sinulingga berhati-hati kalau bicara.

“Tidak benar capres dan cawapres 02 takut debat. Saya kira publik tahu lah siapa yang tong kosong nyaring bunyinya,” kata Imelda dalam keterangannya, Selasa (8/1).

Kubu BPN Prabowo-Sandi memandang debat Pilpres dimaknai sebagai paparan dan penyampaian solusi masalah bangsa yang harus ada solusinya base on visi misi paslon untuk 5 tahun ke depan. Ditegaskan Imelda, bahwa tidak ada kekhawatiran apalagi ketakutan dari kubu Prabowo-Sandi.

“Bahwa soal atau pertanyaan yang harus dijawab paslon biarlah diambil secara acak oleh moderator dari sejumlah pertanyaan yang disiapkan oleh panelis dan KPU,” jelasnya.

Direktur Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Imelda Sari
Direktur Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Imelda Sari

Bagi Prabowo-Sandi, menurut kader Partai Demokrat ini, forum debat Pilpres adalah penegasan bahwa Pilpres adalah kontestasi substantif untuk memberi pilihan terbaik bagi rakyat untuk memilih presiden dan wakil presiden.

“Jadi bukan jawaban pertanyaan moderator yang nanti akan dinilai, salah berapa, benar berapa. Tapi yang akan menentukan adalah rakyat Indonesia, paslon mana yang mereka yakini bisa membawa bangsa dan negara melangkah maju,” pungkas Imelda.

Sementara itu,  Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak  dalam akun Twitter pribadinya @Dahnilanzar pada Selasa (8/1/2018) menuliskan pernyataan sekaligus bantahan atas ucapan Arya.

“Bagaimana bisa Mas @prabowo takut berdebat, wong disetiap forum beliau langsung berhadapan, dengan berbagai pertanyaan pun demikian bila menggunakan bahasa Inggris, Perancis, Jerman. Makanya, ketika ada agenda visi misi sebelum debat, beliau keberatan menggunakan “stuntman” yakni Timses,” tulis Dahnil.

Dalam hal public speaking, kemampuan Prabowo-Sandi sudah tidak diragukan lagi. Dengan banyak pengalaman yang dimiliki keduanya, seperti menghadiri undangan sebagai pembicara dalam berbagai forum atau seminar baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Terlebih untuk  masalah debat Pilpres, hal itu bukan sesuatu yang menakutkan bagi Prabowo-Sandi. Justru kubu petahana yang seharusnya merasa khawatir karena salah satu kelemahan petahana adalah masalah public speaking.