NasionalPolitik

KPU Didesak Minta Maaf Karena Merendahkan Bambang Widjojanto, Eks Pimpinan KPK

KPU Didesak Minta Maaf Karena Merendahkan Bambang Widjojanto, Eks Pimpinan KPK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencoret nama mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) dan koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo dari daftar panelis debat pilpres 2019. Pencoretan tersebut disayangkan banyak pihak.

Keputusan KPU mencoret dua nama panelis debat itu juga mendapat kritikan dari Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar bahkan menyebut pencoretan itu sebagai cermin sikap tidak profesional Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya melihat KPU sekarang tidak bekerja profesional dan tidak punya karakter yang jelas,” katanya, Sabtu (5/1).

Untuk diketahui, Bambang Widjojanto dan Adnan memiliki catatan hukum dan antikorupsi yang mumpuni untuk dijadikan materi debat.

“Sebenarnya, banyak catatan hukum dan antikorupsi yang bisa diambil dari mereka berdua,” ungkap Erwin.

Erwin Natosmal Oemar, Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR)
Erwin Natosmal Oemar, Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR)

Sementara itu, Erwin menyayangkan tindakan KPU mencoret dua nama tersebut. Bahkan Erwin juga mendesak KPU meminta maaf kepada BW dan Adnan, karena mereka sebagai pihak yang telah dirugikan atas tindakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah mencoret namanya.

“Tindakan semacam ini merendahkan profesionalitas dan merugikan kedua orang tersebut,” jelas Erwin.

Pencoretan BW dan Adnan dari daftar panelis debat juga menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya alasan KPU mencoret dua nama tersebut.

Tinggalkan Balasan