NasionalPolitik

Terkait Penolakan Revisi Visi-Misi, Kubu Prabowo Singgung Foto Jokowi-Ma’ruf Di Surat Suara

Terkait Penolakan Revisi Visi-Misi, Kubu Prabowo Singgung Foto Jokowi-Ma'ruf Di Surat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak revisi visi-misi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sementara  disisi lain, mengijinkan  pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin mengganti foto yang akan digunakan di surat suara.

Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid mempertanyakan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menolak revisi visi misi pasangan calon yang dia usung. Namun, di sisi lain, pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin boleh mengganti foto yang akan digunakan di surat suara.

“Foto kan bisa berubah. Dulu foto yang disampaikan oleh Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin kan tidak seperti yang kemudian menjadi foto yang dicantumkan dalam kertas suara itu,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Sebelumnya, pasangan Jokowi – Ma’ruf akan memasang foto mereka dengan mengenakan kemeja putih dan peci hitam di surat suara Pilpres 2019. Namun, ternyata dalam dokumen surat suara yang diserahkan ke KPU, Jokowi hanya mengenakan kemeja putih tanpa peci hitam.

Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid

Hidayat mengatakan, bukan hanya foto saja, nomor urut pun berubah dari yang awalnya nomor 1 dan 2 menjadi 01 dan 02. Mengenai hal tersebut, seharusnya KPU konsisten dalam bersikap.

Menurutnya, KPU tidak semestinya melarang sesuatu apabila tidak ada aturan yang mengaturnya.

“Dalam hal yang memang tidak ada ketentuan larangannya, harusnya tetap dimungkinkan” jelasnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera ini pun menjelaskan, visi misi Prabowo – Sandiaga tidak mengalami perubahan substansial. Perubahan itu hanya mencakup penegasan dan penajaman. “Pada hakikatnya tidak ada yang berubah,” ujar Hidayat.

Sebelumnya, KPU menyatakan pasangan calon presiden-wakil presiden tidak diperbolehkan lagi mengubah visi misi. Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan berkas visi misi merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen pendaftaran calon presiden-wakil presiden.

“Tahapan pencalonan capres-cawapres itukan sudah berlalu,” kata Wahyu kepada awak media, Jumat, 11 Januari 2019.

KPU terlihat seperti memihak salah satu paslon. Disini sikap KPU jelas dipertanyakan, dimana kenetralan KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu.