NasionalPolitik

BPN: Elektabilitas Prabowo Hanya Selisih 6 Persen Dengan Petahana

BPN: Elektabilitas Prabowo Hanya Selisih 6 Persen Dengan Petahana

Jelang Pilpres 2019, banyak lembaga survei atau LSI di Indonesia yang mempublikasikan hasil temuannya. Tak terkecuali Badan Pemenangan Nasional (BPN)Prabowo-Sandiaga juga telah melakukan survei internal.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN)Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menyatakan elektabilitas pasangan nomor urut 02, tidak beda jauh dengan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Bahkan, selisihnya hanya 6 persen.

“Survei internal kami cukup memuaskan BPN, di mana kini perbedaannya hanya tinggal 6 persen,” ujar Priyo dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertema ‘Jelang Debat siapa Hebat’, di d’consulate resto, KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Priyo, seiring berjalannya waktu, elektabilitas Prabowo-Sandi akan semakin membaik. Hal tersebut dikarenakan, saat tahapan debat belum berlangsung saja, elektabilitas Prabowo-Sandi semakin mendekati Jokowi-Ma’ruf.

“Debat kan belum berlangsung. Sementara masih ada lima debat nanti. Kami yakin (acara) itu akan menambah tingkat keterpilihan masyarakat,” tuturnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso

Kini, dengan banyaknya lembaga survei yang mempublikasikan hasil temuannya, BPN Prabowo tidak pernah mempercayai hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga tersebut. Priyo mengatakan, BPN akan terus bekerja keras untuk merebut hati masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Kami tidak pernah percaya hasil survei di luar. Yang terpenting kami terus bekerja ke bawah,” jelas Sekjen Partai Berkarya.

Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan dari salah satu hasil survei internal tersebut, SBY menyebut pasangan Prabowo-Sandi unggul telak di Jawa Timur.

“Pak SBY menyatakan, misalnya temuan SBY Jawa Timur itu bisa menang telak, Pak Prabowo dan Bang Sandi,” ujar Dahnil usai pertemuan di rumah SBY, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12).

Selain itu, kata Dahnil, survei internal yang dilakukan Demokrat menunjukkan peningkatan elektabilitas Prabowo-Sandi sekitar 15 persen. Hasil tersebut juga sama seperti hasil survei internal yang dilakukan pihaknya pada bulan ini.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyebut hasil survei internal pihaknya, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah menembus 45 persen. Sementara  elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin stagnan.

“Menurut Pak SBY itu adalah angka yang menggembirakan bagi penantang dan itu angka yang sangat mengkhawatirkan bagi petahana,” ucapnya.

Saat ini, banyak lembaga survei bermunculan menjelang Pilpres 2019 yang mengklaim bahwa hasil temuannya itu tepat. Namun, perlu dipertimbangkan juga, apakah benar hasil survei lembaga-lembaga survei mencerminkan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat saat ini?