HukumNasional

Miris, Ternyata Banyak Sumber Daya Alam RI Dijual Murah Para Pejabat

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menyoroti maraknya korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA). Menurut Laode, banyak sekali sumber daya alam (SDA) di Indonesia yang diperjualbelikan dengan murah oleh para pejabat.

Para pejabat menjual murah sumber daya alam (SDA) untuk kepentingan pribadinya. Namun masih disayangkan, kata Syarief, baru sedikit pejabat nakal tersebut yang ditangkap dan terbukti melakukan korupsi.

“Banyak sekali sumber daya alam di Indonesia dijual murah oleh pejabat. Dan ingat, yang ditangkap itu hanya sebagian kecil dan sebagian besar belum tertangkap,‎” ujar Syarief di Gedung KPK lama, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2019).

Syarief kemudian mencontohkan pejabat yang sudah diproses Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan sumber daya alam (SDA). Beberapa pejabat negara tersebut yakni, Al Amin Nasution dan Tengku Azman Jafar.

“Dalam satu kasus Tengku Azman Jaafar (eks Bupati Pelalawan), misalnya, kerugian negaranya itu mencapai Rp 1,2 triliun. Ini uang, bukan uang monopoli,” kata Syarif.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief

Selanjutnya, mantan anggota DPR RI, Al Amin Nasution yang hanya divonis 4 tahun penjara, padahal mengeluarkan izin lebih dari 100.000 hektare.

“Kasus penyupan Rp 200 juta Arwin A.S. (eks Bupati Siak). Jadi, agak susah bagi kita untuk menjaga lingkungan Indonesia, SDA Indonesia, hutan Indonesia kalau orang-orang yang harusnya merawatnya itu tidak amanah,” tuturnya.

Dikatakan Syarief, sejauh ini pihaknya baru bisa memproses sekira 20 penyelenggara negara ataupun pejabat daerah yang melakukan korupsi di sektor sumber daya alam (SDA). Dari korupsi tersebut, lanjutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kasus yang merugikan negara hingga Rp1,2 triliun.

“Lebih dari 20 pejabat diproses KPK terkait sektor kehutanan, ada beberapa kasus yang kerugian negaranya mencapai Rp1,2 triliun,” jelasnya.

Dengan demikian, korupsi sumber daya alam bukan hanya soal nilai keuangan negara, melainkan kegagalan pengelolaan sumber daya alam (SDA) untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Karena sumber daya alam (SDA) nantinya untuk masa depan Indonesia.