NasionalPolitik

BPN Sebut Jarak Elektabilitas Prabowo Tinggal 6-9 Persen Dari Petahana

BPN Sebut Jarak Elektabilitas Prabowo Tinggal 6-9 Persen Dari PetahanaBPN Sebut Jarak Elektabilitas Prabowo Tinggal 6-9 Persen Dari Petahana

Saat ini masih ada hasil dari beberapa lembaga survei yang menemukan jarak elektabilitas kedua pasangan calon masih terpaut dua digit. Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Djoko Santoso, menyatakan hasil survei internal soal selisih elektabilitas antara jagoannya dengan pasangan Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Jadi kami masih kalah sama pak Jokowi, tapi jarak elektabilitasnya tinggal enam sampai sembilan persen. Nah itu akan ditentukan dalam 2,5 bulan ini,” ujar Djoko di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019.

Dikatakan Djoko, pemusatan posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, di Jawa Tengah beberapa saat lalu turut berandil dalam memperkecil jarak elektabilitas. “Insya Allah (efektif), karena orang-orang saya mainkan disana,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, yang juga adik kandung dari Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, juga mengatakan survei internal kubunya menemukan jarak antara kedua paslon tidak terpaut jauh.

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso

“Ada yang katakan 5 sampai 7 persen, ada yang katakan 6 sampai 10 persen, dan ada yang katakan 7 sampai 11 persen,” kata Hashim, kemarin. “Saya kira yang katakan selisihnya 20 sampai 25 persen di atas itu semuanya hoax dan fake news,” kata Hashim.

Diketahui sebelumnya, beberapa hasil sigi lembaga-lembaga survei menemukan jarak elektabilitas kedua pasangan calon masih terpaut dua digit. Di antaranya adalah survei Indikator Politik sebesar 20,1 persen, Alvara 19,2 persen, dan Charta Politika 19,1 persen.

Kemudian, hasil survei Media Survei Nasional (Median) menemukan jarak elektabilitas Jokowi dengan Prabowo tinggal satu digit, yaitu 9,2 persen.

Namun demikian, masih ada kesempatan untuk menaikkan elektabilitas Prabowo. Dikarenakan masih ada waktu beberapa bulan kedepan sebelum pemilihan umum 2019.