NasionalPolitik

Indonesia Hancur Dipimpin Jokowi, Prediksi Jusuf Kalla Bisa Jadi Kenyataan

Indonesia Hancur Dipimpin Jokowi, Prediksi Jusuf Kalla Bisa Jadi Kenyataan (pojoknasional.com)Indonesia Hancur Dipimpin Jokowi, Prediksi Jusuf Kalla Bisa Jadi Kenyataan

Minimnya koordinasi pada tata kelola pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, tidak ubahnya seperti mengelola toko kelontong. Kondisi ini bisa saja menyebabkan hancurnya negeri ini sebagaimana prediksi Jusuf Kalla sebelum menjadi Wapres mendampingi Jokowi.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi, tidak adanya koordinasi kerap terjadi di pemerintahan saat ini. Penyebab utamanya adalah pemerintah sekarang memposisikan Jokowi sebagai “one man show”.

“Hal seperti ini sering terjadi di era Jokowi. Semua hal adalah Jokowi, semua itu karena Jokowi dan sebagainya. Manajemen “one man show” ini bisa terlihat dari foto-foto Jokowi yang sering kita lihat sendiri. Baik dalam sebuah proyek atau bencana,” kata Bin Firman, Selasa (5/2).

Sementara, mengenai janji Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) untuk mengangkat 17.000 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) menjadi PNS, yang kemudian ditepis sendiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Syafruddin.

Syafruddin mengatakan THL-TBPP bukan diangkat sebagai ASN, melainkan melalui proses penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi
Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi

Menanggapi hal tersebut, menurut Bin Firman, semestinya sebelum mengeluarkan statement Presiden terlebih dahulu berkoordinasi dengan para menterinya selaku anak buah. Jika manajemen pemerintahan tanpa didukung oleh koordinasi yang ketat dan pemahaman yang kuat antar lembaga, maka itu akan menyebabkan miskoordinasi.

“Seperti yang sering kita lihat selama Jokowi memimpin dimana keputusan Jokowi direvisi oleh menteri-menterinya. Begitu juga sebaliknya,” ungkap pengamat politik ini.

Adapun, manajemen seperti ini tidak cocok diterapkan dalam mengelola negara, karena yang dibutuhkan untuk membangun bangsa adalah supertim, bukanlah orang yang ingin menjadi superman seperti Jokowi.

“(Manajemen seperti itu cocoknya diterapkan di) perusahaan baru dibangun atau toko kelontong. Bisa hancur negara ini seperti kata Pak JK,” pungkas Bin Firman.

Hal itulah yang ditakutkan selama ini, terjadinya kehancuran di Indonesia. Dengan melihat keseharian masyarakat yang kian sulit, karena itu, salah satu solusinya adalah harus ada pergantian kepemimpinan nasional demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang Aman, Adil dan Makmur.