NasionalPolitik

BPN Prabowo: Petahana Jadikan Puisi ‘Doa Yang Ditukar’ Adu Domba Fadli Zon Dan Mbah Moen

BPN Prabowo: Petahana Jadikan Puisi 'Doa Yang Ditukar' Adu Domba Fadli Zon Dan Mbah Moen

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon diserang anggota TKN dari kubu Petahana, Nusron Wahid yang menyebut Fadli Zon merendahkan integritas KH Maimun Zubair atau Mbah Moen terkait ‘makelar doa’. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi justru menyebut kubu Jokowi-lah yang menyebar fitnah.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada wartawan, Sabtu (9/2/2019) malam.

“Bang Fadli itu menyindir sang makelar doa, siapa sang makelar doa itu, semua orang tau orang yang meminta Mbah Moen merevisi doanya. Itu clear TKN Jokowi melakukan propaganda Rusia, menebarkan hoax dan kebohongan memfitnah Bang Fadli menghina Mbah Moen,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Adapun, Fadli juga sudah menegaskan tidak pernah menyinggung Mbah Moen dan justru menghormatinya. Andre pun meminta kubu Petahana tidak lagi ‘menggoreng’ puisi ‘Doa yang Ditukar’ milik Fadli.

BPN Prabowo: Petahana Jadikan Puisi 'Doa Yang Ditukar' Adu Domba Fadli Zon Dan Mbah Moen (pojoknasional.com)
BPN Prabowo: Petahana Jadikan Puisi ‘Doa Yang Ditukar’ Adu Domba Fadli Zon Dan Mbah Moen

“Saya minta kubu Pak Jokowi tidak usah menggoreng lagi, terlihat memang para pendukung Pak Jokowi ini memanfaatkan puisi Bang Fadli untuk mengadu domba membenturkan Bang Fadli dan Mbah Moen. Mereka mencoba menggoreng sedemikian rupa ini yang namanya propaganda Rusia, mencoba menebarkan kebohongan dan hoax,” ungkap Wakil Sekjen Partai Gerindra ini.

Sementara itu terkait puisi Fadli Zon, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mempertanyakan sosok ‘kau’ yang dimaksud dalam puisi tersebut. Lewat Twitter, dia meminta klarifikasi apakah ‘kau’ dalam puisi ‘Doa yang Ditukar’ adalah Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen.

“Pak @fadlizon Yth, Agar mendapatkan kejelasan, saya mohon tabayyun (klarifikasi): apakah yg dimaksud dengan ‘kau’ pada puisi tsb adalah Simbah Kiai Maimoen Zubaer? #doayangditukar,” tulis Menag Lukman, Selasa (5/2/2019).

Kemudian, Fadli menjawab pertanyaan Menag Lukman. Masih lewat Twitter, Fadli menegaskan, ‘kau’ yang dia maksud dalam puisinya bukanlah Mbah Moen, melainkan penguasa dan makelar doa.

“Pak Lukman yb, jelas sekali bukan. Itu itu penguasa n makelar doa,” tulis Fadli.

Dengan demikian, jelas sudah siapa yang dimaksud ‘kau’ dalam puisi Fadli Zon tersebut. Namun, sepertinya kubu Petahana selalu menggoreng dan memanfaatkan puisi Fadli untuk mengadu domba membenturkannya dengan Mbah Moen.

Sebelumnya, Nusron mempersoalkan jawaban Fadli yang menyebut sosok ‘kau’ dalam puisi ‘Doa yang Ditukar’ adalah ‘makelar doa’. Namun, jika dipahami isi puisi tersebut tidak ada kalimat yang menyinggung bahkan merendahkan integritas KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.