NasionalPolitik

Jelang Debat Kedua, BPN Prabowo Siapkan Pertanyaan Tajam Terkait Pertanian

Jelang Debat Kedua, BPN Prabowo Siapkan Pertanyaan Tajam Terkait Pertanian (pojoknasional.com)Jelang Debat Kedua, BPN Prabowo Siapkan Pertanyaan Tajam Terkait Pertanian

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat kedua capres 2019 pada Minggu tanggal 17 Februari di Hotel Sultan Senayan, Jakarta. Debat yang bertema Energi, Infrastruktur, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup itu akan di moderatori oleh Anisha Dhasuki dan Tommy Tjokro.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera mengungkapkan, tim debatnya tengah menyusun stategi untuk debat capres pada 17 Februari 2019. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan pertanyaan tajam.

“Materi sudah di finalisasi, format sudah disiapkan, tinggal yang belum adalah bagaimana kita menyiapkan pertanyaan pertanyaan yang tajam agar debat menjadi lebih kontrasting,” ujar Mardani saat ditemui di Es Teler 77, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut, timnya fokus pada data tentang pertanian. Menurut dia, masalah pertanian adalah hal penting bagi masyarakat Indonesia.

“Data tentang pertanian, pertanian yang fokus. karena mayoritas penduduk Indonesia di pertanian,” tutur Mardani.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman (pojoknasional.com)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan, pihaknya mendapat tuntutan yang sangat besar dari masyarakat pada debat calon presiden yang akan digelar pada 17 Februari 2019. Menurut Arief, masyarakat ingin debat kedua Pilpres 2019 ini lebih menarik.

“Tuntutan publik cukup besar pada kami untuk membuat debat kedua ini jauh lebih menarik,” kata Arief di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Arief kemudian berdalih, debat sesi pertama bukan berarti tidak menarik. Tetapi, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Salah satunya, mengenai permintaan publik supaya tidak ada bocoran soal sebelum debat.

“Berbeda dengan yang pertama, maka di debat yang kedua kami dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diajukan kepada pasangan calon Presiden,” jelas Arief.

Dikatakan Arief, permintaan itu dipenuhi Komisi Pemilihan Umum (KPU) supaya masyarakat benar-benar mengetahui kualitas serta visi dan misi calon orang nomor satu di negara ini melalui debat.

“Agar debat ini mampu mengirimkan pesan apa program visi misi dari masing-masing pasangan, calon karena sesungguhnya itulah tujuan utama dari kegiatan kampanye dalam bentuk debat antarcapres,” pungkas Arief.

Adapun, jelang debat kedua, BPN Prabowo-Sandi talah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan tajam terkait pertanian. Dikarenakan, sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja sebagai petani dan itu merupakan hal penting untuk kesejahteraan rakyat.