NasionalPolitik

Krisis Energi, Prabowo Kritik Petahana Terkait Cadangan BBM Di Indonesia

Krisis Energi, Prabowo Kritik Petahana Terkait Cadangan BBM Di Indonesia (pojoknasional.com)Krisis Energi, Prabowo Kritik Petahana Terkait Cadangan BBM Di Indonesia

Pada debat kedua Pilpres 2019, sektor energi akan menjadi tema debat calon presiden pada Minggu, 17 Februari mendatang. Calon presiden nomor urut 01 Petahana dan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto akan membicarakan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Prabowo sempat mengkritik pemerintahan era Petahana pada awal tahun ini. Ia menyebut jika cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hanya cukup untuk 20 hari.

Menurut Prabowo jika cadangan energi sebesar itu maka ketahanan Indonesia sangat diragukan.
“Saudara-saudara, apakah ini negara yang kuat? Apa negara ini bisa langgeng?,” ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini juga berbicara mengenai tanggapan atas pidato-pidatonya selama ini, yang menyatakan harus optimistis, jangan pesimistis. Tetapi, menurutnya, Indonesia akan sulit untuk bisa bertahan lama.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dirgo Purbo (pojoknasional.com)
Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dirgo Purbo

“Saudara-saudara, saya bertanya, apakah negara yang tak mampu membayar rumah sakit, tidak mampu menjamin makan untuk rakyatnya, tidak menjamin nelayan petaninya, yang tentaranya tidak kuat, bisa bertahan 100 tahun?” katanya.

“Jangan-jangan 10 tahun saja sudah setengah mati kita,” lanjut Prabowo.

Sementara itu, Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dirgo Purbo dalam bahan paparannya tentang “Masa Depan dan Tantangan Pengelolaan Gas Nasional” menulis cadangan minyak RI terbukti hanya sisa 3,17 miliar barel.

Pendiri Reforminer Institute Pri Agung ini mengatakan dengan jumlah ini artinya minyak RI hanya dapat bertahan sampai 10 hingga 12 tahun mendatang. Itu pun dengan ketentuan produksi rata-rata seperti saat ini yakni 750 ribu barel sehari.

“Kalau produksi kita lebih besar lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, yang makin lama makin meningkat, sementara tidak ada penambahan cadangan secara signifikan ya tidak akan sampai 10-12 tahun,” ungkapnya, Rabu (16/1/2019).

Oleh sebab itu, Prabowo memiliki strategi khusus untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) yaitu dengan membangun kilang minyak dan akan mendorong konversi penggunaan BBM ke gas dan energi terbarukan, khususnya biodiesel, akan diperluas. Tetapi, untuk mewujudkan hal tersebut banyak hal yang harus dilakukan.