NasionalPolitik

BPN Prabowo: Jaksa Agung Terpilih Nantinya Tidak Berlatar Belakang Parpol

BPN Prabowo: Jaksa Agung Terpilih Nantinya Tidak Berlatar Belakang Parpol

Juru bicara Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman mengatakan jika nantinya Prabowo dan Sandiaga terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 – 2024, pihaknya akan menujuk Jaksa Agung yang tidak berlatar belakang dari partai politik. Menurutnya, Prabowo dan Sandiaga juga sudah menyetujui hal itu.

Habiburokhman mengungkapkan hal tersebut dalam acara diskusi membongkar visi misi capres cawapres paslon nomor urut 02 mengenai komitmen pada penghormatan, perlindungan, dan penegakan HAM di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (20/2/2019).

“Yang paling konkret menurut kami, dan tawaran dari kami, dan itu sudah disetujui oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi, Jaksa Agung itu tidak boleh orang berlatar belakang politik. Menurut saya itu juga bisa dijadikan acuan,” ujar Habiburokhman.

Selain itu, ia juga menekankan jika Prabowo-Sandi menang, makaJaksa Agung yang nantinya akan dipilih tidak berkaitan dengan struktur kekuasaan.

BPN Prabowo: Jaksa Agung Terpilih Nantinya Tidak Berlatar Belakang Parpol (pojoknasional.com)
BPN Prabowo: Jaksa Agung Terpilih Nantinya Tidak Berlatar Belakang Parpol

“Mungkin dia secara resmi tidak masuk di struktur politik tapi dekat dengan kelompok partai. Itu akan menjadi penilaian Pak Prabowo dan Pak Sandi untuk menunjuk Jaksa Agung. Ini juga penting,” tutur Habiburokhman.

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra ini menilai, penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dan pelanggaran HAM lainnya saat ini tidak dapat diselesaikan lantaran Kejaksaan Agung tidak mempunyai komitmen terhadap persoalan HAM.

Tetapi menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan jika Prabowo dan Sandiaga menang adalah memilih Jaksa Agung yang tidak mempunyai latar belakang politik, meski ia juga menyadari ada sosok Jaksa Agung yang berintegritas dan berlatar belakang partai politik, contohnya Baharuddin Lopa dan Marzuki Darusman.

“Tapi untuk sampai ke sana kan kita perlu bicara teknis. Yang sekarang sebenarnya terjadi kan sebenarnya prinsip tapi teknisnya nggak masuk-masuk dari Komnas HAM. Kenapa? Ya menurut saya, Kejaksaan Agungnya tidak ada komitmen. Kenapa? Latarbelakang, perkoncoan politik dan lain sebagainya. Itu dulu yang pertama kembali ke situ,” jelas Habiburokhman.

Sebelumnya, beredar di media sosial lima tokoh nasional yang disebut menjadi kandidat Jaksa Agung jika Prabowo-Sandi menang Pilpres 2019. Lima tokoh ini memang dikenal sebagai orang-orang yang pakar di bidang hukum dan tidak berafiliasi pada partai politik.

Adapun kelima tokoh itu ada nama penyidik KPK Novel Baswedan, mantan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto serta Busyro Muqoddas. Dua lainnya yakni, ahli hukum Todung Mulya Lubis dan mantan pimpinan KPK Chandra M Hamzah.