NasionalPolitik

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, BPN Prabowo Siapkan Dua Jurus Jitu

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, BPN Prabowo Siapkan Dua Jurus Jitu (pojoknasional.com)Atasi Defisit BPJS Kesehatan, BPN Prabowo Siapkan Dua Jurus Jitu

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Faldo Maldini menyebut telah merancang dua jurus jitu untuk menyelesaikan persoalan terkait defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. Dua jurus tersebut meliputi sisi penggunaan dan sisi pembiayaan.

Dikatakan Faldo, dari sisi penggunaan pemerintah di bawah naungan Prabowo – Sandiaga akan memperkuat perekaman data pengguna BPJS Kesehatan. “Kami dapat merekam aktivitas warga secara real time,” kata Faldo dalam pesan pendek, Senin, 18 Maret 2019.

Data seluruh pengguna BPJS itu akan terekam dalam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang direncanakan menjadi kartu multiguna. Adapun dari pemanfaatan e-KTP, pemerintah tidak hanya dapat mengefektifkan perekaman data pengguna BPJS, tetapi juga akan leluasa melacak obat apa saja yang sudah dikonsumsi oleh warga yang memiliki kartu identitas tersebut.

Dari kartu tersebut, BPN juga merancang pemerintah dapat memotong pajak masyarakat secara langsung untuk semua lapisan. “Tidak hanya yang sakit, potongan pajak berlaku juga untuk warga yang sehat,” ujar Faldo.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Faldo Maldini (pojoknasional.com)
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Faldo Maldini

Menurut Faldo, masyarakat yang tercatat tidak pernah sakit akan diberi penghargaan atau reward. “Jadi, kita ada reward-nya bila itu bisa direkam,” tuturnya.

Kemudian dari sisi pembiayaan, Faldo mengatakan BPN akan mendorong masyarakat membayar premi dengan cara yang tidak biasa. Contohnya, pihak yang rutin membayar BPJS Kesehatan akan mendapat potongan harga. Faldo menyebut cara ini sebagai alternatif yang kreatif.

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) itu yakin dua jurus tersebut mampu menjadi solusi yang pas. “Kalau dua hal ini bisa dikerjakan, Insya Allah jaminan kesehatan kita dapat berkelanjutan,” ungkap Faldo.

Sebelumnya, calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan jika ia dan Prabowo menang dalam Pilpres 2019, keduanya akan mengentaskan persoalan defisit BPJS dalam waktu 200 hari kerja. Defisit BPJS Kesehatan yang saat ini dipikul pemerintah tercatat sebesar Rp 16,5 triliun. Sandiga optimistis mampu menuntaskan defisit karena ia menyebut memahami akar masalah jaminan kesehatan ini.