NasionalPolitik

Ini Strategi BPN Prabowo-Sandi Kejar Selisih Elektabilitas Petahana

Ini Strategi BPN Prabowo-Sandi Kejar Selisih Elektabilitas Petahana (pojoknasional.com)Ini Strategi BPN Prabowo-Sandi Kejar Selisih Elektabilitas Petahana

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terus berupaya memperkecil selisih elektabilitas dengan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Salah satu strategi yang digunakan diantaranya dengan cara menyapa langsung masyarakat secara door to door.

Demikian disampaikan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade saat dihubungi, Rabu (20/3).

“Untuk memenangkan strategi khusus kita sederhana ya, datang ke rumah masyarakat, sapa masyarakat, ketuk rumah masyarakat sapa masyarakat ajak pilih Prabowo-Sandi,” ujar Andre.

Wakil Sekjen Partai Gerindra ini mengatakan, timnya memiliki kekuatan tersendiri yang tidak dimiliki oleh Jokowi-Ma’ruf. Di antaranya adalah relawan yang tidak bisa dimobilisasi.

“Di mana pendukung kita tidak perlu diberi dana mobilisasi dana transport, bahkan nasi bungkus. Mereka adaah pendukung-pendukung yang ingin perubahan. Saya kira tanpa diberi apa pun mereka bekerja untuk memenangkan Pak Prabowo dan Bang Sandi,” kata Andre.

Ini Strategi BPN Prabowo-Sandi Kejar Selisih Elektabilitas Petahana (pojoknasional.com)
Ini Strategi BPN Prabowo-Sandi Kejar Selisih Elektabilitas Petahana

Sementara itu, Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mohammad Nizar Zahro mengatakan pihaknya akan melakukan pedekatan secara lebih masif pada masyarakat. Sehingga bisa menarik para pemilih mengambang atau undecided voters.

“Terstruktur sistematis dan masif melakukan pendekatan dan menarik suara undecide voters karena kita yaqin beban sejarah janji-janji Jokowi yang tidak terealisasi pasti dihukum oleh rakyat dengan tidak memilih Jokowi,” kata Nizar.

Sebelumnya, Survei Litbang Kompas tentang elektabilitas capres-cawapres 2019 menyatakan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 11,8%. Sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya.

Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019 sebulan sebelum hari pencoblosan. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 49,2% dan Prabowo-Sandiaga 37,4%.

Metode pengumpulan pendapat menggunakan wawancara tatap muka sejak tanggal 22 Februari – 5 Maret. Survei ini diikuti 2.000 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error penelitian plus/minus 2,2 persen.

Adapun penyebab menurunnya elektabilitas Petahana karena beberapa hal. Seperti perubahan pandangan atas kinerja pemerintah, berubahnya arah dukungan kalangan menengah atas, membesarnya pemilih ragu pada kelompok bawah dan persoalan militansi pendukung yang berpengaruh pada penguasaan wilayah.