NasionalPolitik

Rizal Ramli: Jika 02 Audit Forensik, KPU Takut Kecurangan Terlihat

Rizal Ramli: Jika 02 Audit Forensik, KPU Takut Kecurangan Terlihat (pojoknasional.com)Rizal Ramli: Jika 02 Audit Forensik, KPU Takut Kecurangan Terlihat

Kesalahan input pada Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sering terjadi dengan alasan human error. Hal tersebut membuat banyak masyarakat yang tidak percaya dan menilai kesalahan tersebut memang disengaja untuk memenangkan salah satu paslon tertentu.

Menanggapi hal itu, Pakar Ekonomi Rizal Ramli meminta izin kepada KPU untuk melakukan audit digital forensik jika ingin mendapat kepercayaan masyarakat Indonesia.

“Sebetulnya kalau mereka (KPU) mau jujur, mereka (KPU) mau profesional izinkan kita semua melakukan audit forensik,” kata Rizal Ramli di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Tetapi, Rizal menilai alasan KPU tidak mau dilakukan audit digital forensik karena takut kecurangan akan terlihat dan terbongkar.

“Saudara-saudara, mereka tidak mau kita lakukan forensik audit. Karena kecurangannya pasti akan terang benderang dan terbuka,” ujarnya.

Rizal Ramli: Jika 02 Audit Forensik, KPU Takut Kecurangan Terlihat (pojoknasional.com)
Rizal Ramli: Jika 02 Audit Forensik, KPU Takut Kecurangan Terlihat

Menurut Rizal, dengan dilakukan audit forensik maka akan mudah memperlihatkan terjadinya kecurangan pemilu 2019.

“Karena bisa ketahuan dua hari yang lalu, siapa yang masuk di komputer, jam berapa, apa yang dia lakukan, mana yang dia ubah. Itu semua ada loginnya,” ungkapnya.

Rizal kemudian melanjutkan, kesalahan input pada Situng KPU telah banyak terjadi hingga mencapai 13,5 persen dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Rizal pun mengatakan bahwa sistem di komputer memiliki dua sistem. Pertama sistem front end, di mana jika salah memasukkan data otomatis akan ditolak. Sedangkan sistem kedua yaitu back end yang merupakan data yang bisa diatur.

“Kok bisa salah input? Yang front end kalau salah masukkan otomatis ditolak, kalau jumlahnya lebih dari 300 pasti ditolak. Ada juga back end itu yang bisa diatur, bisa diubah-ubah. Misalnya 01 dapat 16 tambahan 0 (angka nol) menjadi 160. Prabowo misalnya 140 kurangi nolnya tinggal 14,” jelas Rizal.

Karena itu, Rizal berharap KPU mau melakukan audit digital forensik. Namun ternyata KPU terlalu pengecut untuk mau melakukan hal tersebut, dikarenakan takut kecurangannya terlihat publik.

Tinggalkan Balasan